SMANDUKOM — Ada nuansa yang tak biasa di SMAN 2 Komodo saat Ujian Karya Tulis Ilmiah (KTI) siswa kelas XII tahun ini digelar. Ruang kelas yang biasanya dipenuhi papan tulis dan catatan pelajaran, bertransformasi menjadi ruang dialektika—tempat ide diuji, kritik disambut, dan keberanian tumbuh dalam suasana yang khidmat.

Langkah sekolah tahun ini terasa lebih progresif. Kehadiran dua dosen dari Politeknik eLBajo Commodus sebagai penguji eksternal menghadirkan perspektif baru, berdampingan dengan para guru. Kolaborasi ini ibarat membuka jendela kelas, memberi kesempatan bagi angin dunia kampus untuk masuk dan menyapa siswa lebih awal.

Kepala SMAN 2 Komodo, Kornelis Joni, menegaskan bahwa ujian KTI bukan sekadar penilaian akhir.

“Saya melihat KTI sebagai ruang belajar untuk peserta didik, tempat siswa belajar menyusun pikiran, menyampaikan gagasan, dan bertanggung jawab atas ide-ide itu,” ungkapnya.

Satu per satu siswa tampil mempresentasikan karya mereka. Ada jeda yang penuh kehati-hatian, ada getar di awal suara, namun juga tampak tekad yang perlahan menguat. Mereka tidak sekadar membaca hasil penelitian, melainkan berusaha berdialog, menjembatani pengetahuan dengan pemahaman yang mereka miliki.

Perwakilan dosen dari Politeknik eLBajo Commodus, Reynaldo Angga Siagian, S.Ant., M.S.E, memberikan apresiasi terhadap kualitas karya siswa. Ia menilai topik yang diangkat cukup relevan dan telah disusun sesuai kaidah ilmiah. Meski demikian, ia menekankan pentingnya penguatan pada bagian pembahasan agar karya menjadi lebih tajam dan mendalam.

“Saya cukup kaget dengan langkah SMAN 2 Komodo ini, dan ini luar biasa serta perlu diapresiasi. Ketika siswa mempresentasikan karya tulis mereka, sebagian besar sudah mampu menyampaikan ide dengan baik. Hanya saja, ketenangan dan kepercayaan diri masih perlu diasah—terutama saat menghadapi pertanyaan yang menuntut pemikiran lebih kritis,” ujarnya.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Koordinator Pengawas SMA/SMK/SLB, Laurensius Idin, S.Pd. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa ujian KTI merupakan bagian penting dari proses panjang pendidikan siswa.

“Kegiatan ini adalah refleksi dari perjalanan belajar selama tiga tahun. Di sini kita melihat bagaimana siswa tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mampu berpikir kritis, bersikap ilmiah, dan bertanggung jawab atas gagasannya,” tuturnya.

Lebih dari sekadar ujian formal, kegiatan ini menyimpan makna yang lebih dalam—sebuah proses bertumbuh. Melalui langkah kecil namun bermakna ini, SMAN 2 Komodo menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya tentang menyelesaikan pelajaran, tetapi tentang menyiapkan keberanian untuk melangkah lebih jauh.
SMAN 2 Komodo!
Rumah Peradaban, Rahim Kehidupan
TIM HUMAS

Leave a Comment