SMANDUKOM.COM – Sekolah dan orang tua perlu berjalan dalam satu irama untuk memastikan pendidikan peserta didik tidak berhenti di ruang kelas. Semangat inilah yang mewarnai Rapat Komite SMAN 2 Komodo yang mempertemukan pihak sekolah, orang tua/wali siswa, dan pengurus komite untuk membahas keberlanjutan program pendidikan. Rabu, (30/09/2026)

Rapat tersebut membahas tiga agenda utama, yakni laporan pertanggungjawaban komite tahun pelajaran 2025/2026, pembahasan rencana anggaran dan program sekolah tahun pelajaran 2026/2027, serta pemilihan kepengurusan komite sekolah yang baru.

Rapat dipimpin oleh Bainih Latif selaku ketua pelaksana. Kegiatan berlangsung dalam suasana terbuka dan kekeluargaan dengan mengedepankan semangat musyawarah untuk mencapai kesepakatan bersama.

Kepala Sekolah: Pendidikan Tidak Berhenti di Sekolah

Kepala SMAN 2 Komodo, Kornelis Joni, dalam sambutannya menegaskan pentingnya keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan anak.

Menurutnya, waktu peserta didik di sekolah jauh lebih sedikit dibandingkan waktu yang mereka habiskan bersama keluarga. Karena itu, keberhasilan pendidikan sangat dipengaruhi oleh perhatian dan pendampingan orang tua di rumah.

“Di sekolah anak-anak hanya sekitar enam atau tujuh jam. Selebihnya mereka berada di rumah. Karena itu, peran orang tua sangat besar terhadap tumbuh kembang dan pendidikan anak,” ujar Kornelis.

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap berbagai capaian peserta didik yang telah mengharumkan nama sekolah. Prestasi tersebut, menurutnya, tidak terlepas dari kerja bersama antara peserta didik, guru, sekolah, orang tua, dan komite.

Kornelis berharap dukungan orang tua terhadap berbagai program sekolah terus diperkuat. Sekolah, kata dia, tidak dapat bekerja sendiri dalam menjawab berbagai tantangan pendidikan.

Laporan Komite dan Rencana Program Sekolah

Ketua pelaksana rapat, Bainih Latif, dalam laporan kegiatan menyampaikan bahwa rapat komite merupakan agenda penting untuk membangun komunikasi antara sekolah dan orang tua.

Melalui forum tersebut, setiap program dapat dibicarakan secara terbuka, termasuk pertanggungjawaban pengelolaan keuangan komite selama tahun pelajaran 2025/2026 serta rencana anggaran dan kegiatan untuk tahun pelajaran 2026/2027.

Laporan pertanggungjawaban menjadi bagian penting dalam menjaga transparansi sekaligus membangun kepercayaan seluruh orang tua terhadap pengelolaan program komite dan dukungannya terhadap kegiatan pendidikan di sekolah.

Dalam pembahasan program, orang tua juga diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan, masukan, serta harapan terhadap perkembangan pendidikan anak-anak mereka.

Yakobus Hilihamin Lepas Amanah, Ismail Nuratim Lanjutkan Pengabdian

Agenda yang tidak kalah penting dalam rapat tersebut adalah pemilihan pengurus komite sekolah periode berikutnya.

Yakobus Hilihamin, selaku ketua komite lama, menyampaikan laporan sekaligus pertanggungjawaban atas amanah yang telah dijalankan selama masa kepengurusannya.

Pergantian kepengurusan tidak dipandang sebagai akhir dari sebuah kerja sama, tetapi sebagai bagian dari proses regenerasi dan keberlanjutan dukungan masyarakat terhadap sekolah.

Melalui proses musyawarah yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan, Ismail Nuratim terpilih sebagai ketua komite SMAN 2 Komodo yang baru.

Ismail diharapkan dapat melanjutkan komunikasi dan kerja sama yang telah dibangun antara komite, sekolah, dan orang tua. Sementara itu, keberadaan pengurus lama tetap diharapkan dapat menjadi bagian dari kekuatan bersama dalam mendukung program pendidikan.

Kepala sekolah mengingatkan agar proses pergantian kepengurusan tidak menimbulkan sekat di antara orang tua.

“Harapan kami, dari rapat ini semua bisa keluar sebagai pemenang. Tidak ada yang kalah dan tidak ada yang kecewa, karena kita datang dengan satu tujuan,” ungkap Kornelis.

Semangat musyawarah dan kekeluargaan menjadi pesan utama dalam proses tersebut. Bagi sekolah, komite bukan sekadar organisasi pendamping, melainkan mitra strategis dalam membangun komunikasi dengan orang tua dan masyarakat.

Rapat Komite SMAN 2 Komodo akhirnya menjadi ruang untuk menyatukan kembali langkah: sekolah menjalankan pendidikan, orang tua mendampingi dari rumah, dan komite menjadi jembatan kebersamaan.

Dari sinilah harapan pendidikan terus dirawat—bukan oleh satu pihak, tetapi oleh seluruh keluarga besar SMAN 2 Komodo.

Tim Humas Smandu Komodo

Leave a Comment