SMANDUKOM.COM — Pascagempa yang mengguncang wilayah Flores, upaya pemulihan tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga kondisi psikologis peserta didik. Menjawab kebutuhan tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelar kegiatan trauma healing bagi peserta didik di SMAN 2 Komodo.
Kegiatan ini menjadi ruang bagi para siswa untuk kembali membangun rasa aman, mengekspresikan perasaan, serta menumbuhkan optimisme setelah menghadapi situasi yang cukup menegangkan akibat bencana.
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah pemateri, yakni Ibu Yuliana Y. Tadjo Tallo, S.Th, dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT; Meylson Adipapa Nassa, S.Psi, alumni Psikologi Undana; Sonia Armeliana Mnir, mahasiswa IAKN; Arnoldus Dupon Making, mahasiswa Undana; serta Renal Joze Reinha V. K. Korwin, mahasiswa Undana.
Dalam penyampaiannya, Yuliana mengajak para siswa untuk tetap kuat menghadapi situasi yang sedang mereka lalui. Menurutnya, pengalaman sulit tidak akan berlangsung selamanya.
“Tetap kuat. Semua pasti berlalu. Jangan lupa mencintai diri lebih baik,” pesan Yuliana kepada para peserta.
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi para siswa bahwa proses pemulihan membutuhkan waktu. Rasa takut, cemas, maupun sedih setelah mengalami bencana merupakan hal yang dapat dirasakan seseorang. Karena itu, siswa diajak untuk tidak memendam perasaan dan tetap memberikan ruang bagi diri sendiri untuk pulih.
Melalui kegiatan trauma healing ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT tidak hanya mendorong pemulihan psikologis siswa, tetapi juga menguatkan kembali semangat mereka untuk belajar dan menatap masa depan.
Sekolah pun diharapkan terus menjadi ruang yang aman bagi peserta didik. Sebab, setelah bencana berlalu, yang perlu dibangun kembali bukan hanya ruang-ruang yang mengalami kerusakan, tetapi juga rasa percaya diri, keberanian, dan harapan anak-anak untuk melangkah ke masa depan.
Trauma mungkin meninggalkan jejak, tetapi dengan dukungan, kebersamaan, dan kepedulian, setiap anak dapat menemukan kembali kekuatannya.
Tim Humas






